Telp: 03199682814, Call & WA 082143507979, 08113287979

Lampu Jalan di Bangka Tengah Belinya Mahal, Kini Rusak dan Raib Dicuri

lampu listrik rusak

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Puluhan lampu penerangan jalan umum (PJU) di ruas jalan Kelurahan Arung Dalam, Desa Terentang dan Desa Penyak, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, dalam keadaan rusak, Selasa (31/1/2017). Tampak di sejumlah tepi ruas jalan itu, sedikitnya ada 11 tiang lampu dengan posisi roboh ke arah semak-semak. Pantauan bangkapos.com, lempengan sel surya, lampu dan aki yang melekat di tiang sudah raib.Bila dilihat dari kondisinya, tiang itu PJU bertenaga sel surya itu sudah lama roboh.Di kotak lampu, hanya menyisakan sebuah benda hitam yang mirip baterai. Salah satu tulisan di atasnya Made in Poland.Sedangkan, kotak dengan penutup bertuliskan TMLEnergy Solar Energy Solution, hanya ada potongan kabel.Kotak itu diperkirakan tempat meletakkan baterai sebagai penyimpan daya untuk menyalakan lampu. Sementara, meski cuaca dalam keadaan gelap lantaran cuaca hujan, hanya ada beberapa lampu saja yang menyala.Tidak diketahui persis daya peralatan tersebut serta kekuatan pancar lampu.

Dari informasi situs penyedia lampu PJU bertenaga surya, kisaran harga satu paket peralatan tersebut lengkap dengan lampu, aki, sel surya dan lain-lain sebesar Rp 13.500.000.Kondisi lampu ini sudah sering disoroti berbagai pihak baik Pemkab Bateng maupun DPRD Bateng.Kepala Distamben Bateng saat itu, Ary Yanuar kepada bangkapos.com, Jumat (20/11/2015) mengungkapkan, baru saja hitungan hari, enam buah baterai PJU yang terpasang di tiga unit ruas jalan di Desa Kurau hilang digondol maling.Parahnya lagi seminggu sebelumnya juga telah terjadi pencurian baterai PJU sebanyak 24 buah yang terpasang di 12 unit PJU yang terdapat di ruas jalan sepanjang Pantai Kebang Kemilau Kelurahan Arung Dalam hingga jembatan Desa Guntung.Akibat peristiwa pencurian ini, Pemda mengalami kerugian ditaksir hinga mencapai Rp 100 juta.

“Jujur saya tidak habis pikir, fasilitas umum, yang tujuannya memberikan kenyamanan bagi masyarakat, menerangi jalan saat di malam hari, malah dicuri orang tidak bertanggung jawab,” ucapnya kala itu.Sorotan serupa disampaikan Kepala Dishubkominfo Bateng, Wahyu Nurrakhman yang menyebutkan robohnya tiang penerangan karena ada yang ingin mengambil panel surya.”Tiangnya kemarin roboh jadi kita amankan di kantor, kalau dilihat sepertinya ada oknum yang sengaja melakukannya karena baut penyanggah tiangnya dilepas terus panel suryanya juga hilang,” ungkap Wahyu, Jumat (4/11/2016).Menurutnya kejadian tersebut sudah terjadi dua kali pada saat tanggal 28 Oktober dan 2 November 2016. Kejadian tersebut juga sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.”Ini kejadian kedua kalinya tapi sudah kami laporkan jadi bisa ditindak hukum biar ada efek jeranya,” tambah Wahyu.Sebelumnya Algafry mendesak agar Dinas Perhubungan Bateng cepat bertindak dan menyelidiki penyebab lampu tersebut tidak menyala.”Kalau memang sudah rusak, harus segera diperbaiki tapi jika ada yang hilang segera dilaporkan. Masyarakat sudah bayar pajak penerangan jalan, jadi masyarakat punya hak untuk menikmati penerangan tersebut,” tegas Algafry.

Menurut Algafry tidak semua lampu jalan tersebut proyek pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Namun, beberapa titik merupakan bantuan dari pemerintah provinsi.Akhirnya, tiga orang tersangka dibekuk oleh Tim Jatanras Polda Kepulauan Bangka Belitung dalam Operasi Tertib Menumbing.Mereka yakni Darwin, Epal dan Sumantri sedangkan satu orang lagi masuk daftar pencarian orang (DPO).Dari tangan para pelaku diamankan 4 unit lampu penerangan tenga surya lengkap dengan baterai solar cell dan panel lempengannya.Hal ini diungkapkan Kasubdit Jatanras Dit Krimum AKBP Adi Nugraha mewakili Dirkrimum Kamis (29/12/2016) saat gelar tersangka dan barang bukti Operasi Tertib Menumbing.”Para pelaku ini melakukan pencurian diberabgai wilayah termasuk mencuri lampu tenaga surya di jalan-jalan Bangka Tengah dan Bangka Selatan,” kata AKBP Adi Nugraha.Epal salah seorang pelaku membantah menjadi pelaku semua pencurian lampu tenaga surya di Bangka Tengah dan Bangka Selatan.Menurutnya ia hanya sekali mencuri, itu saja belum laku dijual meski harganya cukup mahal. “Baru sekali pak itu pun belum laku, kalau yang hilang di tempat lain saya tidak tahu, mungkin kawan yang lain,” ungkap Epal saat itu.

http://bangka.tribunnews.com/2017/02/01/sayangnya-lampu-jalan-di-bangka-tengah-dibeli-mahal-mahal-kini-rusak-dan-sebagian-raib-dicuri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Butuh Bantuan?